Artikel yang satu ini hasil menyalin dari catatan teman saya di facebook.
Glossary That Used in My Campus
Istilah-istilah ini sangat umum digunakan di Universitas Klaba khususnya oleh mahasiswa
Wednesday, February 29, 2012
Nasib Partai Demokrat
Awalnya saya tidak berniat untuk menulis sesuatu yang berbau politik di blog ini. Tapi kebetulan saya membaca artikel tentang Partai Demokrat yang merupakan partai penguasa sekarang ini. Dan siapa sih yang tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan partai ini? Hampir setiap hari saya terus mendapat informasi seputaran keadaan si Biru. Kebeneran orang tua saya adalah kader partai ini. Ya boleh dibilang salah satu pencetus Partai Demokrat di Sulawesi Utara.
Mulutmu Harimaumu
Tadi malam teman sekamar saya membacakan sebuah aksi saling membalas sindiran pada status bbm. Aksi tersebut terjadi antara dua teman kampus saya yang sepengetahuan saya mereka berdua tinggal dalam satu kamar. Saya kaget dengan isi sindiran masing-masing. Apa mereka pernah membayangkan hal ini sebelumnya ya? Apakah mereka telah mempertimbanhkan hal ini sebelum mereka memutuskan untuk berbagi kamar kosan?
Salah satu dari mereka saya kenal cukup baik, karena dia juga pernah sempat berselisih paham dengan teman sekamar saya. Ya menurut saya kejadian ini semuanya terjadi karena ulah si 'mulut'. Seringkali kita mengeluarkan statement-statement yang bisa menjadi boomerang bagi kita. Tadi pagi juga salah satu dari dua orang yang melakukan aksi sindiran itu masih melanjutkan sindiran-sindirannya melalui bbm dan facebook. Yang mengherankan saya, apa yang dia tulis itu sebenarnya juga cerminan dirinya. Keburukan yang dia tulis tentang teman yang satunya juga menjadi bagian darinya.
Saya mengambil pelajaran dari peristiwa ini, yaitu untuk menjaga si 'mulut'. Karena Mulutmu Harimaumu. Padahal sebagai orang kristen seharusnya mulutkan kita bisa mengucapkan berkat dan menjadi berkat bagi orang lain.
Dari pada membuat postingan yang merugikan orang lain lebih baik menuangkannya dalam bentuk tulisan yang lebih bermanfaat. :)
Salah satu dari mereka saya kenal cukup baik, karena dia juga pernah sempat berselisih paham dengan teman sekamar saya. Ya menurut saya kejadian ini semuanya terjadi karena ulah si 'mulut'. Seringkali kita mengeluarkan statement-statement yang bisa menjadi boomerang bagi kita. Tadi pagi juga salah satu dari dua orang yang melakukan aksi sindiran itu masih melanjutkan sindiran-sindirannya melalui bbm dan facebook. Yang mengherankan saya, apa yang dia tulis itu sebenarnya juga cerminan dirinya. Keburukan yang dia tulis tentang teman yang satunya juga menjadi bagian darinya.
Saya mengambil pelajaran dari peristiwa ini, yaitu untuk menjaga si 'mulut'. Karena Mulutmu Harimaumu. Padahal sebagai orang kristen seharusnya mulutkan kita bisa mengucapkan berkat dan menjadi berkat bagi orang lain.
Dari pada membuat postingan yang merugikan orang lain lebih baik menuangkannya dalam bentuk tulisan yang lebih bermanfaat. :)
Manfaat Mendengarkan Musik
#np: Hingga Akhir Waktu - Nine Ball
Salah satu manfaat mendengarkan musik menurut saya, yyyaaa nostalgia ke masa lalu. Saat menulis ini saya lagi asik nostalgia dengan teman-teman SMA saya sambil mendengarkan lagunya Nine Ball. Ya lagu ini mengingatkan saya kepada seseorang nun jauh di sana.
Salah satu manfaat mendengarkan musik menurut saya, yyyaaa nostalgia ke masa lalu. Saat menulis ini saya lagi asik nostalgia dengan teman-teman SMA saya sambil mendengarkan lagunya Nine Ball. Ya lagu ini mengingatkan saya kepada seseorang nun jauh di sana.
Tuesday, February 28, 2012
Hingga Akhir Waktu - Nine Ball
#A song to remember :)#
Ku coba untuk melawan hati
Tapi hampa terasa di sini tanpamu
Bagiku semua sangat berarti lagi
Kuingin kau disini
Tepiskan sepiku bersamamu
***
Tak `kan pernah ada yg lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan tak `kan mungkin ada yg lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu...
Bagiku semua sangat berarti
Kuingin kau disini
Bagiku semua sangat berarti lagi
Kuingin kau disini
Tak `kan pernah ada yg lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan tak `kan mungkin ada yg lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu...
Hingga akhir waktu ...
Hingga akhir waktu ...
Hingga akhir waktu ...
Ku coba untuk melawan hati
Tapi hampa terasa di sini tanpamu
Bagiku semua sangat berarti lagi
Kuingin kau disini
Tepiskan sepiku bersamamu
***
Tak `kan pernah ada yg lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan tak `kan mungkin ada yg lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu...
Bagiku semua sangat berarti
Kuingin kau disini
Bagiku semua sangat berarti lagi
Kuingin kau disini
Tak `kan pernah ada yg lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan tak `kan mungkin ada yg lain disisi
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu...
Hingga akhir waktu ...
Hingga akhir waktu ...
Hingga akhir waktu ...
Monday, February 27, 2012
Universitas Klabat
Universitas Klabat adalah salah satu Universitas swasta yang terkenal di Indonesia Kawasan Timur. Berada di bawah kaki gunung Klabat, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kampus yang dikenal sebagai Green Campus ini didirikan, dibina, dan diawasi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Kawasan Timur Indonesia melalui Yayasan Universitas Klabat itu sendiri.
Sunday, February 26, 2012
Cerita dari Bradly House
Sekarang waktu sudah menunjukkan 8.24pm, kosan masih belum ramai juga. Hanya ada saya, Dian, & Tio sejak jumat malam. Begitu membosankan ketika Bradly House ini hanya ada kami. Sejak kemarin hanya makan & tidur saja yang ada dibenak kami. Heheheheh. Yoland, Mamah Oktri, Petty, Prisye belum kunjung datang. Saya & Dian nongkrong seperti biasa di ruang tamu, dia asik dengan tayangan pertandingan bola antara Indonesia & Singapura (goooo Garuda) sedangkan saya asik dengan si blacky (notebook). Memulai kembali dengan kegiatan baru saya blogging, heheheh. Menulis adalah hobi saya sejak kecil dulu tapi entah apa yang menghentikan saya. Ketika situasi mem-bete-kan terjadi barulah niat & hasrat saya muncul.
Saturday, February 25, 2012
My Current "Other HOME"
That's my HOME ^^,
my sweet home for the last 3 years.
Meet as stranger, growth as classmate, apart as FRIENDS & FAMILY
Meet as stranger
Saya ingat pertemuan pertama kami semua, pada saat mata kuliah Intermediate Accounting. Ruang kelas yang sebenarnya hangat tiba-tiba menjadi dingin saat semuanya telah duduk di tempat pilihan masing-masing. Menjadi lebih dingin ketika Super Daddy (Mr. Elvis Sumanti) datang dan memulai dengan class introduction. Semua tegang dan tanpa mengeluarkan satu kata pun. Hanya beberapa yang saya kenal, dan hanya dua orang yang saya kenal dengan baik. Lainnya masih menjadi orang asing bagi saya.
Growth as classmate
Ketika ke-canggung-an itu mulai mencair, saat itu kami mulai saling memahami. Kegiatan perkuliahan yang padat membuat kami bertemu setiap hari kuliah. Pertemuan-pertemuan yang membuat kami marah, sedih, senang, takut, menanti, dan saling mengenal. Kadang terpikir oleh saya untuk mundur atau meninggalkan rumah ini, didukung dengan keadaan yang membuat saya sering sakit hati berada bersama mereka. Namun, sekali lagi membuktikan kepada saya teman, sahabat, homemate, menjadi lebih penting daripada seorang yang kita anggap spesial (pacar). Perasaan kepada mereka semua mengalahkan sakit yang saya rasakan dan mengubah sakit itu menjadi sesuatu yang kurang lebih sama dengan seorang teman.
Apart as FRIENDS & FAMILY
Pertengahan tahun ketiga merupakan perpisahan yang pertama. Melepas mereka yang telah berhasil keluar dengan perasaan bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena telah mencapai tujuan kami bersama dan sedih karena harus meninggalkan rumah. Namun, saya yakin meskipun pada akhirnya kami semua akan berpisah, pergi untuk menggapai mimpi kami selanjutnya tapi kami akan tetap menjadi KELUARGA yang nantinya akan saling mendukung.
Love You guys :) :*
my sweet home for the last 3 years.
Meet as stranger, growth as classmate, apart as FRIENDS & FAMILY
Meet as stranger
Saya ingat pertemuan pertama kami semua, pada saat mata kuliah Intermediate Accounting. Ruang kelas yang sebenarnya hangat tiba-tiba menjadi dingin saat semuanya telah duduk di tempat pilihan masing-masing. Menjadi lebih dingin ketika Super Daddy (Mr. Elvis Sumanti) datang dan memulai dengan class introduction. Semua tegang dan tanpa mengeluarkan satu kata pun. Hanya beberapa yang saya kenal, dan hanya dua orang yang saya kenal dengan baik. Lainnya masih menjadi orang asing bagi saya.
Growth as classmate
Ketika ke-canggung-an itu mulai mencair, saat itu kami mulai saling memahami. Kegiatan perkuliahan yang padat membuat kami bertemu setiap hari kuliah. Pertemuan-pertemuan yang membuat kami marah, sedih, senang, takut, menanti, dan saling mengenal. Kadang terpikir oleh saya untuk mundur atau meninggalkan rumah ini, didukung dengan keadaan yang membuat saya sering sakit hati berada bersama mereka. Namun, sekali lagi membuktikan kepada saya teman, sahabat, homemate, menjadi lebih penting daripada seorang yang kita anggap spesial (pacar). Perasaan kepada mereka semua mengalahkan sakit yang saya rasakan dan mengubah sakit itu menjadi sesuatu yang kurang lebih sama dengan seorang teman.
Apart as FRIENDS & FAMILY
Pertengahan tahun ketiga merupakan perpisahan yang pertama. Melepas mereka yang telah berhasil keluar dengan perasaan bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena telah mencapai tujuan kami bersama dan sedih karena harus meninggalkan rumah. Namun, saya yakin meskipun pada akhirnya kami semua akan berpisah, pergi untuk menggapai mimpi kami selanjutnya tapi kami akan tetap menjadi KELUARGA yang nantinya akan saling mendukung.
Love You guys :) :*
When We FOUND the other HOMES
Punya yang namanya "Other HOMES" ?
Saya menemukan begitu banyak "Other HOME" ketika saya bertumbuh sejak saya kecil hingga dewasa. Masuk ke dunia yang baru, tempat di luar The Real HOME. Berpindah dari Rumah yang satu ke Rumah yang lain, permulaan yang canggung dan aneh, serta perpisahan yang kadang menyakitkan dan kadang melegakan.
Begitu banyak hal yang terjadi dalam Rumah-rumah ini, hal-hal yang membentuk pribadi saya menjadi seperti sekarang ini. Pembentukan yang sering menguras air mata, mengundang tawa, menghasilkan rawut wajah bingung, menimbulkan pertanyaan...
Sekolah, komunitas-komunitas, kampus... tempat saya menemukan The Other HOMEs, menjadi tempat yang sulit untuk ditinggalkan. Sulit untuk melepas semua kebersamaan dan kehangatan yang terjalin.
The Real Home tetap menjadi yang pertama dan prioritas utama...
namun The Other HOMEs tak kalah pentingnya
Tanpanya saya tidak bisa menemukan diri saya
Saya menemukan begitu banyak "Other HOME" ketika saya bertumbuh sejak saya kecil hingga dewasa. Masuk ke dunia yang baru, tempat di luar The Real HOME. Berpindah dari Rumah yang satu ke Rumah yang lain, permulaan yang canggung dan aneh, serta perpisahan yang kadang menyakitkan dan kadang melegakan.
Begitu banyak hal yang terjadi dalam Rumah-rumah ini, hal-hal yang membentuk pribadi saya menjadi seperti sekarang ini. Pembentukan yang sering menguras air mata, mengundang tawa, menghasilkan rawut wajah bingung, menimbulkan pertanyaan...
Sekolah, komunitas-komunitas, kampus... tempat saya menemukan The Other HOMEs, menjadi tempat yang sulit untuk ditinggalkan. Sulit untuk melepas semua kebersamaan dan kehangatan yang terjalin.
The Real Home tetap menjadi yang pertama dan prioritas utama...
namun The Other HOMEs tak kalah pentingnya
Tanpanya saya tidak bisa menemukan diri saya
Subscribe to:
Posts (Atom)