Awalnya saya tidak berniat untuk menulis sesuatu yang berbau politik di blog ini. Tapi kebetulan saya membaca artikel tentang Partai Demokrat yang merupakan partai penguasa sekarang ini. Dan siapa sih yang tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan partai ini? Hampir setiap hari saya terus mendapat informasi seputaran keadaan si Biru. Kebeneran orang tua saya adalah kader partai ini. Ya boleh dibilang salah satu pencetus Partai Demokrat di Sulawesi Utara.
Sejak orang tua saya terjun ke dunia politik khususnya si Biru, saya baru tahu kalau dunia politik itu sebenarnya bagaimana. Rekan-rekan dari orang tua saya saja sudah banyak yang datang dan pergi. Ada yang datang dengan harapan akan mendapatkan sesuatu (jabatan dsb) dan ada yang pergi karena kecewa tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Kawan menjadi lawan dan lawan menjadi kawan. Hanya sedikit saja yang masih bersama-sama dengan satu misi yaitu menjadikan Partai Demokrat menjadi lebih baik.
Dalam waktu 4 periode orang tua saya menjabat, saya rasa konflik yang sangat gencar dibicarakan adalah yang dihadapi sekarang ini. Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah elit partai di pusat. Kecaman dan penolakan terhadap partai pun datang dari berbagai pihak. Bahkan teman-teman kampus saya pun ada yang memberikan kecaman. Sebenarnya yang salah itu partainya atau kadernya???
Ya tentu saja kader-kader yang bersangkutan yang salah. Bukannya organisasinya. Kader-kader itu tidak lagi melakukan tugasnya sesuai dengan tujuan organisasi tapi lebih kepada kepentingan diri sendiri. Yang seharusnya dilakukan adalah merestrukturisasi 'isi' dari Partai Demokrat. Toh masih ada orang-orang yang mau bekerja demi kepentingan partai, meski memang ingin mencari keutungan. Tapi paling tidak keuntungan yang dicari tidak akan melanggar hukum.
Selanjutnya bagaimanakah nasib Partai penguasa ini? Apakah di pemilihan umum berikutnya masih akan mendapat simpati dari masyarakat? Yang perlu dilakukan adalah dengan membersihkan nama partai dengan terlebih dahulu membersihkan partai dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
No comments:
Post a Comment